Dihadiri oleh tim nulisbuku.com: mas Ega, mas Oka, mbak Ollie, dan mbak Angel. Kemudian ada MC kondang mas Teddy Andika dan penulis yang menjadi pembicara tamu kita: Sefryana Khairil. Mbak Sefri mengupas “Creative Process of Fiction Writing”.

Sebelum acara dimulai, sudah mulai berdatangan para penulis, pecinta dan pembaca buku, dan aneka cemilan yang lezat di Pisa Café Mahakam.

Semua yang hadir dikejutkan oleh berita luar biasa keren dari Randy Mulyanto, si sulung dari empat bersaudara, seorang siswa kelas 3 SMP yang menerbitkan buku pertamanya melalui nulisbuku.com dengan judul “CINTA. Dasar Kehidupan.” Randy mengaku terinspirasi dari cinta yang dia terima dari keluarga, teman, dan lingkungannya. Ternyata sang mama tak tahu jika Randy menulis, apalagi sampai menerbitkannya Tetapi sang mama mendukung dengan doa.

Karena tak ada darah menulis di keluarganya, membuat Randy ingin membuktikan bahwa semua orang bisa menjadi apa yang mereka inginkan. Dia pun menegaskan di sampul depan bukunya bahwa seluruh hasil penjualan akan disumbangkan ke Panti Asuhan.

Di sela kesibukannya belajar, dia melakukan sendiri seluruh proses kreatif dari mulai ide, sampul, editing, dan menyetornya pada nulisbuku.com. Tetapi dia megnatakan tak mau menulis fiksi karena menggangu konsentrasi belajarnya dan waktu penulisannya yang lama. Maka dia menulis kisah nyata yang lebih mudah baginya. Sesuai harapan mama agar Randy mengutamakan sekolah dan menjadikan menulis sebagai sampingan.

Dengan harga buku yang terjangkau yaitu Rp35,000.00, dia berharap penjualannya bagus dan bisa membuatnya lebih dikenal orang.

Ketika ditanya kiatnya mendatangkan inpsirasi, Randy menjawab, “Jangan menunggu inspirasi datang. Menulis saja dahulu, maka inspirasi akan datang.” Keren ya?

Nah, sekarang kita berkenalan dengan penulis kedua yang menerbitkan buku barunya melalui nulisbuku.com yaitu Helmy Parlente Kusuma. Pemaparan buku ini agak sedikit berat, etapi dapat dinikmati oleh semua yang hadir.

Judulnya membuat kening berkerut ya? ai : /lᴧv/ yang dibaca ai is lav (love). Buku yang ditulis dalam bahasa Inggris ini adalah kisahnya Helmy selama sepuluh berada di Vietnam. Menurutnya ini adalah kisah nyata yang dibalut fiksi, karena baginya antara fiksi dan non fiksi batasnya tipis sekali.

Bukunya adalah tentang cinta terhadap pasangannya yang mengubah perspektif cinta terhadap dirinya sendiri. Terinspirasi oleh seorang wanita yang mengubah jalan hidupnya dari seorang tenaga IT selama sepuluh tahun hingga total menjadi penulis hanya karena ke Vietnam selama sepuluh hari. Helmy pun mengaku diilhami oleh Pearl S. Buck.

Helmy menjelaskan bahwa kata ai dalam bahasa Jepang, Cina, dan Vietnam berarti cinta. Juga bagian dari nama wanita inspirator itu dan nama salah seorang teman.

Yang unik dari bukunya adalah adanya QR Code di halaman 69. Mengapa? Itu adalah pembatas atara chapter 1 dan chapter 2. Angka 6 adalah ‘self improvement’ dan angka 9 adalah kesempurnaan. Ada lagu yang menurutnya cocok untuk peralihan chapter. Begitu.

Buku seharga Rp50,000 ini sengaja diterbitkan dalam bahasa Inggris karena Helmy ingin tulisannya dapat dinikmati di luar negeri juga.

Nah, setelah itu ada oleh-oleh kisah dari Irlandia yang disampaikan mbak Ollie dan cara menulis kreatif bersama mbak Sefry. Kita bahas terpisah ya? Panjang soalnya ^_^

Salam!

@andiana