Di bawah ini adalah kisah dari Funky Tri Doretta pemenang tantangan #MyNulisbukuStory sesi 14 September 2012. Postingan awal diambil dari blognya di sini. Simak kisah inspiratifnya ketika pertama kali menerbitkan buku di nulisbuku.com:

Pagi yang sendu di pertengahan  bulan Februari. Gerimis yang turun membuat pagi ini terasa begitu pilu. Hangat sinar matahari terbendung oleh gumpalan awan mendung. Hanya dingin yang menyelimuti  seisi bumi.

Dibalik kaca jendela kamar, aku berdiri menyaksikan tetesan demi tetesan gerimis sambil menikmati secangkir kopi hangat sebagai penyeimbang pekatnya dingin pagi. Pikiranku menerawang, membayangkan bulan depan dimana wanita  yang sangat aku cintai dan sayangi akan merayakan hari kelahirannya.

Aku sangat ingin memberikannya sesuatu, sesuatu yang mungkin bisa ia simpan dan kenang selamanya. Sesuatu yang bahkan tidak pernah ia miliki sebelum dan seumur hidupnya. Tetapi aku masih tidak tahu, entah apa itu yang bisa aku berikan kepadanya. Lebih jauh, sebenarnya aku ingin esok aku ada disana, merayakan hari kebahagian itu berdua bersamanya meskipun dengan cara yang paling sederhana sekalipun. Tetapi sayang, aku tahu ketika tiba saatnya nanti, waktu belum juga menghendaki kami untuk bertemu.

Tiba-tiba aku teringat akan coretan-coretan yang pernah aku buat untuknya,. Iya, Surat-surat yang pernah aku tulis dan tidak pernah aku kirimkan kepadanya. Curhatan-curhatan, luapan kegalauan dan kebahagian yang pernah aku goreskan untuknya.

Segera aku mengobrak-abrik file di dalam laptopku. Tidak terlalu sulit bagiku menemukan surat-surat itu. Karena semuanya memang sudah terkumpul dalam folder khusus yang kuberi label namanya. Aku terperangah, ada sekitar 50 judul surat disana. Surat-Surat yang aku tuliskan sejak 5 tahun aku mengenal dan jatuh cinta kepadanya. Tidak menyangka, sudah sebanyak itu surat yang aku tuliskan kepadanya.

Sempat terfikir untuk menge-print surat-surat tersebut dengan cara biasa lalu memberikannya kepadanya. Tetapi hasilnya pasti akan sangat jelek, lagi pula lembaran-lembaran kertas akan sangat mudah hilang. Cara yang paling tepat adalah mencetaknya menjadi buku. Ya, tentu buku lebih enak dibaca di banding lembar-demi lembar kertas dan lebih mudah disimpan pula. Karena aku berharap, surat-surat tersebut dapat ia simpan dan kenang selamanya.

Sempat juga terfikir bahwa, ini semua sudah terlambat. Dengan waktu yang hanya tersisa 3 minggu sebelum hari ulang tahunnya, mana mungkin aku bisa menerbitkan buku secepat itu. Karena semua surat-surat itu tentu harus di edit terlebih dahulu, di susun menjadi draft, lalu dibuatkan covernya. Tentu itu semua memakan waktu.  Belum lagi waktuku untuk mengedit dan menyusun surat-surat tersebut sangatlah terbatas.

Aku bisa saja sebenarnya menyerahkan semuanya kepada editor-editorfreelance. Tetapi aku ingin kumpulan surat ini menjaqdi sesuatu yang special, baik untuk dirinya ataupun diriku sendiri. Maka aku bertekad untuk melakukan semuanya sendiri. Mulai dari editing, layouting sampai desain cover. Untuk mempersingkat waktu, aku memilih 30 surat saja untuk dikumpulkan menjadi Buku.

Dan mulailah, aku mengumpulkan dan mengedit sutar-surat tersebut. Dengan waktu yang sangat sempit karena rutinitasku dikantor, aku menyempatkan untuk mengedit tulisan itu dimana saja dan kapan saja. Disela waktu senggang di dalam kantor, di proyek, aku bahkan mengurangi waktu tidurku untuk mengedit agar draft buku itu cepat selesai dan bisa di terbitkan. Beberapa surat malah aku tulis di Blackberryku ketika aku sedang duduk ngopi bersama teman-teman, di mobil, atau sedang menunggu antrian di bank. Aku ingin semuanya selesai, hingga buku yang berisi kumpulan surat itu bisa di terbitkan tepat pada hari ulang tahunnya.

Waktupun semakin sempit. Karena sibuk mengedit, aku melupakan Cover buku yang belum di desain. Belum lagi, aku belum memilih penerbit yang bisa menerbitkan buku ini dengan cepat. Akhirnya dari beberapa penerbit buku indie, terpilihlah Nulisbuku.com yang aku percaya bisa meluncurkan buku ini dengan cepat. Sebenarnya, penerbit indie lainnya juga bisa cepat, tetapi kebanyakan menuntut biaya yang mahal. Sedangkan di Nulisbuku.com, aku bisa menerbitkan buku ini secara gratis. Karena di nulisbuku.com tersedia juga jasa desain cover, maka sekalin saja aku minta tolong di desainkan Cover bukunya. Untungnya desain cover inipun tidak mahal dan yang paling penting tidak lama.

Akhirnya, dengan waktu 2 minggu, semua masalah terselesaikan. Surat-surat tersebut sudah menjadi draft naskah, cover pun akhirnya sudah jadi dengan bantuan tim nulisbuku.com. Kuberi nama buku tersebut “ Dear Amanda, “

Tanggal 11 Maret 2012 Mini lauching buku tersebutpun dilakukan di salah satu kafe di daerah nologaten Jogjakarta. Tepat, satu hari sebelum dia berulang tahun. Amanda. Aku sengaja mengundang beberapa sahabat pecinta buku dan sesama rekan penulis amatir. Sayang foto-foto saat mini launcing tersebut hilang karena kamera yang dipakai untuk dokumentasi di curi orang.

Entahlah, aku tidak tahu apa sebenarnya reaksi dan perasaannya saat aku mempersembahkan buku yang berisi kumpulan surat ini  sebagai kado ulang tahunnya. Mungkin tidak berarti , mungkin bukan apa-apa. Sedari awal, aku memang menyadari bahwa memberinya buku sebagai kado ulang tahun adalah ide yang sangat buruk, karena sedari dulu, ia memang tidak suka membaca.

Tetapi inilah sesuatu yang bisa aku berikan kepadanya. Sesuatu yang aku tulis dan aku selesaikan dengan dengan hatiku. Meskipun tidak pernah ia baca, aku berharap ia bersedia menyimpannya selamanya. Dengan segala kerendahan hati, kupersembahkan buku ini untuknya. Amanda.

” sangat berkesan.. saat membaca ini saya merasa sedang menjadi sosok amanda” by : Innuka ( Blooger )

“Baru baca secercah kata, hati udah adeeeem” by: Ekky sitanggang -@EkkyResia-

“So Sweet. Romantis.. ” by : Sarah hanifah -@sarahhanifahsh

“Surat-suratnya menyentuh. Apik ! ” by : Bee (Blogger)

“Surat-suratnya sangat dalam, beberapa terkesan gombal” by : Novie Basyuni @noviebasyuni

“Beberapa Surat mewakili perasaaan orang banyak tentang cinta yang bertepuk sebelah tangan” by: Derry Efrizal -Facebooker-

 

Ditulis untuk : My Nulisbuku story