Di bawah ini adalah kisah dari Angga wiradiputra* pemenang tantangan #MyNulisbukuStory sesi 28 September 2012. Postingan awal diambil dari blognya di sini. Simak kisah inspiratifnya ketika pertama kali menerbitkan buku di nulisbuku.com:

Sedikit tentang Nulisbuku.com/ NBC.

Nulisbuku.com adalah sebuah website…atau apa ya sebutan yang enak untuknya?, hmm sebuah pelayanan self publishing pertama di Indonesia gitu lah. Apa itu self publishing? nulisbuku? hhmm gini deh, punya naskah tulisan yang ingin kamu jadikan buku? trus kamu bingung mesti ngapain, mau nyetak sendiri ga ngerti gimana caranya, nyari penerbit yang mau nerbitin tapi ngerasa masih minder sama tulisannya, dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang ada di pikiran kamu ketika ingin menerbitkan sebuah buku, nah Nulisbuku.com ini hadir unutk menjawab semua pertanyaan itu.
Sama halnya dengan saya ketika itu. Merasa diri suka sekali nulis dan ingin menerbitkan sebuah buku tapi bingung bagaimana cara menerbitkannya. Untungnya ada teman saya yang berbaik hati mengenalkan saya dengan nulisbuku.com ini. Saya cek lah website ini, dan semua pertanyaan saya selama ini tentang bagaimana caranya menerbitkan buku terjawab sudah di website ini.
Se simple ini sebenarnya; kamu punya naskah tulisan, lalu naskah tulisan kamu kirim/upload ke website mereka, dan eng ing eng bukumu siap terbit. Semudah itu? iya semudah itu. Hebat kan? Ya itulah hebatnya Nulisbuku.com, mereka bisa memfasilitasi kita yang ingin bukunya terbit. Mengenai detail lainnya seperti templates nya, cover buku, cara pemesanan buku sampai royalti atas penjualan bukumu di website juga dijelaskan detailnya disana.
Eh bentar..bentar.. tadi bahas royalti? ada duitnya emang kalo nerbitin buku disana?. Yup betul, ada duitnya bro/sis, bahkan royaltinya kita yang nentuin sendiri dengan perhitungan 60% : 40% antara penulis (kita) dan nulisbuku.com. Jadi harga buku kita sendiri yang menentukan akan dijual berapa, harga buku dikurangi biaya pencetakan berapa selisihnya dan itulah royalti yang akan kita dapet. Contoh kita nentuin harga buku seharga 35 ribu, biaya cetak buku 28 ribu, selisihnya kan 7 ribu, nah 7 ribu itu dibagi 60% : 40%, jadi kasarnya kamu dapet 4 ribu/buku nulisbuku.com dapet 3ribu. Soal royalti ya pinter-pinternya kita aja gimana nentuin harga sama nanti promosi penjualannya seperti apa. Buat semenarik mungkin sehingga orang tertarik membeli bukumu. Ya se simple itu, dan lepas dari semua itung-itungan royalti dan penjualan bukunya akan seprti apa nanti, yang paling penting adalah pada akhirnya bukumu terbit juga. Sebuah keinginan yang mungkin sudah lama sekali diimpikan dan pada akhirnya bisa terwujud, apalagi jika nantinya bukumu di apresiasi dengan baik oleh banyak pembaca, jadi plus plus lah senengnya.
Oh iya info lebih lengkapnya bisa follow twitter mereka @nulisbuku atau langsung ke website mereka di www.nulisbuku.com untuk berbagai pertanyaan tentang self publishing ini.
Telah lahir sebuah buku berjudul RUBIK
Selain main musik, saya adalah orang yang suka banget nulis. Mulai dari nulis cerpen, nulis surat ijin sakit pas sekolah, nulis ceramah di buku ramadhan ketika sd, nulis sambutan pidato upacara untuk ibu saya yang seorang guru, sampai akhirnya saya menjadi seorang bloger dan aktif nulis disana. Dan dari blog inilah semuanya berawal. Dari mulai saya menjadi kontributor penulis sebuah majalah musik sampai pada akhirnya teman saya suka tulisan saya dan menyuruh saya untuk membukukan semua celotehan saya di blog ke dalam buku. Saya awalnya ga mau dan memang ga pede dengan hasil tulisan saya yang sejujunya ga punya basic apapun dalam urusan coret mencoret dan merangkai kata-kata ini. Tapi dia terus saja memaksa saya membukukan tulisan-tulisan saya di blog. Penerbit mana yang mau membantu saya merilis buku saya ini coba? Tapi ternyata eh ternyata nulisbuku.com hadir dan membantu saya mewujudkan impian saya menerbitkan sebuah buku.
Buku itu saya kasih judul RUBIK, sebuah kumpulan catatan sehari-hari saya yang saya tulis di notes Facebook dan blog saya. Ya masih sebatas itu sih ceritanya, tapi dengan berbagai tambahan lainnya seperti cerita fiksi/fantasi dan beberapa teori suka-suka dari saya tentang apapun yang saya lihat setiap harinya. Cerita fiksi saya itu sendiri seperti dongeng sebelum tidur yang saya buat tentang pecinta jendela, pemusik asik, dunia milo volvo, negeri bla bla bla, dan makhluk lucu bernama Bruno. Sedangkan tentang teori suka–suka itu saya tulis tentang keseharian saya sebagai seorang pemain musik, sudut pandang seorang minor, sampai merumuskan asumsi tentang hubungan pacar berpacaran itu seperti apa. Semuanya bertemakan keseharian yang saya kemas dengan berbagai rangkain kata-kata ajaib dan kalimat yang mungkin terkesan ambigu, potongan cerita yang menimbulkan tanda tanya karena dibuat seperti cerita di fiksimini yang mana pembaca dilibatkan untuk meneruskan setiap cerita yang saya buat. Misalnya dalam membuat sebuah cerita saya hanya menulis seperti ini: sepasang sepatu tua berwarna coklat dijual. Kenapa dijual? sepasang sepatu tua jenis apa? dan berbagai pertanyaan yang sebenarnya jawabannya ada di pembaca itu sendiri.
Intinya buku RUBIK memang seperti itu, pembaca dengan bebas untuk membuat alur dalam buku ini sesuai dengan cara mereka menerjemahkan apa yang saya tulis di buku ini. RUBIK ini tidak menuliskan cara-cara bermain rubik itu seperti apa, tapi RUBIK disini adalah beberapa potongan cerita yang kompleks akan sebuah dilema, pertanyaan yang dijawab sebuah keresahan, gamang dalam pilihan seperti apa seharusnya berpikir benar, cerita lucu yang membuat tertawa, yang walau mungkin entah dimana letak lucunya. Ataupun jika membaca sepintas tanpa pendalaman makna, maka cukuplah saja mempersilahkan pembacanya akan sebuah intrepetasi dan bagaimana cara si pembaca mendeskripsikannya.
Kamu punya naskah tulisan juga? ingin dibukukan? hah? apa? ga pede? Damn, gak ga boleh gitu, ga boleh ada lagi orang yang suka banget nulis tapi ga pede untuk membukukannya. Seperti dalam jargonnya nulisbuku.com “PUBLISH YOUR DREAM”, maka siapapun kamu yang suka nulis dan ingin membukukannya nulisbuku.com lah solusinya. Percaya deh ketika semua tulisan kamu itu sudah berwujud sebuah buku itu rasanyaaaaa….wangi tiap lembar kertas dalam bukunya…halaman tiap lembar buku yang kamu baca yang adalah tulisan kamu sendiri, lalu kamu akan bergumam “hhmm kok aku bisa ya nulis kaya gini? dulu mikrin apa ya pas nulis ini?”. Sebuah perasaan yang menyenangkan dan kepuasan luar biasa ketika pada akhirnya memegang sebuah buku yang didalamnya adalah tulisan kamu sendiri, apalagi jika nantinya buku kamu disukai dan dibeli orang. Orang mengapresiasi nya, suka, dan membelinya. Kamu akan dapet kepuasan, seneng, dapet duit, terkenal, kaya raya, dan masuk surga. hahahha. AMIN.
Saya sendiri setelah menerbitkan buku saya di nulisbuku.com Alhamdulillah nya banyak respon positif tentang buku saya ini. Ada yang memberi support di berbagai jejaring sosial media seperti twitter blog, dan facebook, sampai yang menuliskan review nya seperti ini. Baca disini
Yang order pun selalu ada meskipun ga banyak banget, tapi setidaknya setiap minggu orderan itu ada aja. hhmm mungkin benar juga sih kalo rejeki mah ga kemana. Soal royalti saya dapet berapa saya ga bisa bilang nominalnya, tapi untuk gambaran aja sih saat ini saya udah bisa beli gitar bass baru untuk saya pakai manggung. Nah itung sendiri deh harga bass berapa, tanya ke toko musik bass itu harganya berapa dari yang paling murah sampe yang paling mahal. Udah ditanya? lumayan ya harganya. hehe. Tertarik nerbitin buku juga? Ayo nulis nulis nulis, lalu kirim naskahnya. Gampang dan pasti terbit, pasti ga mungkin ngga.
ini gambar buku saya dan pembaca saya 

Dan ini gambar saya dengan buku saya

Akhirnya semua akan ditutup dengan ucapan terima kasih untuk nulisbuku.com sudah membantu mewujudkan salah satu mimpi saya yang banyak ini. Semoga semakin banyak orang yang menyadari jika tulisannya jangan berakhir di komputer atau laptop nya saja, tapi mulai berani dan membukukannya, sehingga dengan itu gairah untuk tulis menulis bisa berkembang pesat di negeri tercinta ini. Inti dari hidup kan memang hanya terdiri dari dua hal, yaitu membaca dan menulis. Dengan membaca kita akan belajar sesuatu dan ketika kita sudah belajar dan paham maka kita menuliskannya untuk orang lain belajar juga dari apa yang kita sebelumnya baca lalu kita tuliskan, Terus berestafet seperti itu, menyebarkan tulisan berarti menyebarkan ilmu. hhmm gitu kali ya? ah saya terlalu bersemangat nih nulis ini, hehe.
PUBLISH YOUR DREAM.
#MyNulisbukuStory
@wenkywiradi