Di bawah ini adalah kisah dari Gluck Fraulein untuk #MyNulisbukuStory. Tulisan ini diambil dari blognya di sini.

Aku pasti tersenyum saat mengingat dan mendengar tentang nulisbuku. Di pertengahan tahun 2012 aku bisa memegang sebuah buku dengan nama Gluck Fraulein dicovernya. Bahagia? Sangaaatt…
Awalnya teramat bahagia karena Nulisbuku.com yang menjadi jalan kelahirannya buku puisi berjudul “Sketsa Kata Fraulein” buku pertamaku.
Sekitar bulan Juni 2012, entah angin apa yang berhasil menyeretku terdampar di website dan facebook nulisbuku, melihat rentetan buku yang terpampang disana membuatku lupa kalau sedari tadi bibir ini masih saja tersenyum. hehheh, senyumnya makin lebar setelah mengobrak-abrik dan membaca-baca history dan FAQ yang ada di website.

I’m falling in love…! Yeah, aku jatuh hati padanya!
Ahh, pipiku memerah! Jelas saja aku malu, meskipun sudah ada ketertarikan dan ingin menempatkan hatiku padanya, tetap saja aku cuma bisa diam sambil memantau aktifitasnya (Huwaa, kayak mantau calon gebetan aja yaaah) 😀

Aku malu karena belum ada satu karyapun yang berhasil aku terbitkan. Bagaimana tidak malu, aku bukan penulis dan memang belum pernah mempunyai atau menerbitkan buku apapun selain hanya angan-angan dan impian yang seringkali kuamini.

Nulisbuku.com meracuni pikiranku setiap hari, rasa-rasanya ada suara yang meneriakiku “Ayo ayoo bukumu juga bisa nampang di web keren itu…” Ouuwh! itu tidak bisa dibiarkan! (Ekspresi geram!)
lalu keinget sama ocehannya temen-temen, “Eh, kamu masih suka nulis? pengen baca tulisan-tulisanmu deh…”

Naah, mulailah aku bongkar-bongkar buku catatan entah dari jaman kapan, bolak balik masuk blog baca tulisan-tulisan lama. lantas muncul keinginan dan keberanian untuk mengumpulkan beberapa tulisanku dalam sebuah buku. Dari dulu aku sangat menginginkan bisa melahirkan karya utuh dariku sendiri, hanya saja aku masih culun dan gak tau menau soal menerbitkan sebuah buku.

Well, selain aku telah jatuh hati. kupikir sudah waktunya untuk mengambil keputusan dan mengambil jalur yang disediakan oleh Nulisbuku. Penerbit Indie yang sudah begitu banyak menghasilkan karya-karya yang tentunya tidak diragukan lagi.
Hal menarik dari nulisbuku.com yang mempunyai slogan “Publish your dream” ini adalah penulis mempunyai hak penuh atas kelahiran bukunya. Mulai dari layout naskah, pemilihan jenis font, cover buku, pemilihan jenis kertas, itu menjadi kebebasan penulis. Mau diapain aja its Ok, bebas gak ada larangan. Mau pakai ISBN atau enggak, itu juga hak penulis.  Gimana gak keren cobaaaa?!
Itu tuh yang bikin aku lope-lope ma nulisbuku karena basicly aku orang yang gak suka nurut aturan. #Eiitss! Dalam arti, aku ingin menghasilkan karya yang bener-bener “aku banget” Jadi ketika nanti aku sudah berhasil mempunyai buku sendiri, aku bisa bangga dengan buku yang keseluruhannya adalah hasil olah pikir dan olah tanganku sendiri. Dan beruntungnya, Nulisbuku paham dan mengerti sekali dengan apa yang kuinginkan. Aku bebas menentukan font sesuka hati, menyetting isi keseluruhan layoutnya, membuat desain cover sesuai inginku, bahkan harga penjualan bukupun dapat ditentukan sendiri. Kurang Ok gimana lagi cobaaa?!
Sungguh, itu merupakan impianku sejak dulu. terlibat langsung dalam proses menghasilkan sebuah buku.

Setelah semua catatan terkumpul, naskah sudah siap disetting dan semua sudah seperti yang kumau. aku mengirimkan naskah sesuai prosedur yang ada di website. gak ribet dan mudah diikuti. Kendalanya hanya pada koneksi internet yang tidak stabil sehingga membuatku seringkali gagal saat proses mengirimnya, yaah kan data-data yang dikirim sizenya juga lumayan berat.

Selanjutnya, aku hanya menunggu proses dari tim admin. gak sabar rasanya pengen meluk buku pertama dan nunjukin ke semua orang kalau aku berhasil membuat sebuah buku hasil karyaku sendiri.
Dan siapa sangka, saat proses proofread aku langsung mengiyakan saja jika memang seperti itu buku yang kuharapkan. sehingga tak perlu lagi ada revisi dan buku siap untuk di launching.
Uwaaaow betapa hebohnya aku saat memegang buku kelahiran dari Nulisbuku.com. Patut aku sanjung untuk kualitas bukunya. Mengenai kualitas kertas, penjilidan, hasil cetak semakin melengkapi kepuasanku. Terimakasih ya nulisbuku…….. 🙂

Keuntungan lain menerbitkan buku di nulisbuku adalah selain royalti yang cukup tinggi 60:40. Ada fasilitas tweetpromo, jadi kita bisa kasih sedikit review mengenai buku kita dalam 12 tweet. tim admin akan promoin buku kita di twitternya. Baik banget kaan…?! Udah di promoin di website, di Fb, di twitter juga. Keberadaan nulisbuku sangat membantu untuk siapapun yang tadinya masih kurang pede atau bahkan gak pede sama sekali (seperti aku) dalam menghasilkan buku keren dengan layanan yang gak kalah keren juga pastinya dong.

Kalau biasanya cuma bisa berangan-angan untuk punya buku sendiri. Sekarang menerbitkan buku sendiri bukanlah perkara susah yang memusingkan. Nulisbuku mengerti sekali dengan kemampuan dan kebutuhan para penulisnya. Apapun basic kamu, tetep bisa kok nerbitin buku disini. Bahagia sekali ketika tulisan yang tadinya hanya menjadi tumpukan yang tak terbaca dan tersimpan lama, mampu disulap menjadi sebuah buku dengan tampilan yang cukup menarik dan mampu dibaca banyak orang. Perkara tulisan itu bagus atau tidak, disukai orang ataupun tidak, semua hanyalah sebuah proses. Disitulah pembelajaran, disitulah kita memulai. Tulis dan terbitkan!

Aku yakin, siapapun pasti tak bisa berhenti tersenyum dan bahagia ketika melihat namanya sendiri terpampang pada sebuah buku, berjajar dengan nama-nama penulis buku lainnya. terlebih jika semua prosesnya melibatkan “diri sendiri” sebagai mesin kerjanya. Itu merupakan pencapaian yang memicu untuk bisa lebih berkreasi lagi dari yang  pernah dilakukan sebelumnya.

Setelah buku antologi puisi pertamaku “Sketsa Kata Fraulein” terbit. aku tak puas begitu saja. aku semakin terpancing untuk menerbitkan buku lagi. Itu dikarenakan aku cukup puas bekerjasama dengan nulisbuku.com. buku terbitnya sesuai dengan keinginan dan harapanku (meskipun secara isi aku masih perlu belajar dan meningkatkan kualitas tulisanku loh yaa)
Dua bulan kemudian aku memberikan kepercayaan lagi pada Nulisbuku untuk menerbitkan buku keduaku berisi antologi cerpen “Sketsa Dunia”. masih menjabat sebagai penulis, penyunting naskah, penata letak buku dan pembuat cover secara indie (semua dikerjakan serba sendiri). Sekali lagi. bahagia! bahagia! bahagiaa! Aku selalu bahagia saat pertama kali melihat buku berada dalam genggamanku. Nulisbuku mewujudkan mimpiku, Terimaksiiiiih! 🙂

Eits, ternyata gak cuma aku yang bahagia, temen-temenku juga merasa hal yang sama. Ada yang berniat dan ingin mengikuti jejakku berjalan bersama nulisbuku. Tanpa ragu aku menjelaskan dan memberikan informasi kepada mereka, serta memberikan panduan ketika mereka mengalami kesulitan. Yaa bolehlah aku membantu untuk setting layout dan covernya. hihhii, kalau bisa aku bantu pasti akan aku bantu, apalagi untuk mewujudkan impi seseorang yang kebetulan memiliki mimpi yang sama denganku.

Bukan hanya aku saja yang berkenalan dengan nulisbuku, kurasa teman-temanku yang lain juga mulai berkenalan dan jatuh hati juga padanya….
Pokoknya kalau inget nulisbuku.com, pengennya nulis buku lagi, lagi dan lagiiiiii…..!
Sekarang, selain bukuku diterbitkan secara indie, aku juga sudah punya buku yang nampang di rak-rak toko buku indonesia meskipun masih berupa buku antologi.
Sekali lagi terimakasih nulisbuku.com yang sudah membuatku terpacu untuk giat menulis, berani mewujudkan mimpi memiliki buku sendiri dan mengajak teman lainnya mengikuti langkah yang sama.

Tunggu bukuku selanjutnya yaah……!

Ini adalah buku ketika aku & nulisbuku bertemu, Terimakasih atas kerjasamanya 🙂
Ini buku antologi puisi pertamaku

 

Ini Buku kedua antologi cerpen
Terimakasih buat temen-temen yang sudah berkenan membaca, ini sebagian foto yang berhasil dicapture
lagi menghayati puisinya tuh kayaknya ^_^
Serius lagi baca cerpen nih…
aiihh cenyum-cenyum deh bacanya…..

 

santei banget bacanya sambil tiduran…..
Keren kan bukunyaa 😀

Yuk, mulai menulis dan terbitkan di nulisbuku.com

Publish your dream guys!