Sinopsis

Banyak calon penulis yang mengeluhkan jika tidak bisa menyelesaikan naskahnya karena tidak tahu lagi apa yang akan ditulis. Ketika diberi saran untuk membuat outline, seringkali mereka kembali lagi dengan alasan bahwa outline justru membuat mereka sulit maju dan berimprovisasi.

Menulis merupakan proses yang panjang dan tidak sederhana. Menulis adalah perjalanan, bukan hanya bagi si penulis sendiri, tetapi juga untuk karakter-karakter dalam cerita yang ditulisnya. Outline bagi kegiatan menulis serupa dengan peta. Apabila tahu arah yang dituju, maka kita bisa memaksimalkan perjalanan yang kita lakukan.

Bayangkan saat menulis kamu belum tahu akan menuju ke mana. Perjalanan tersebut mungkin akan menghadirkan banyak petualangan tak terduga, akan tetapi sangat mungkin juga menghasilkan jarak tempuh yang lebih jauh. Bagi penulis yang harus menulis dengan waktu terbatas atau diberi deadline, memaksimalkan penggunaan waktu menulis yang ada menjadi kewajiban. Memiliki outline berarti tahu rute mana yang efektif dilalui, durasi perjalanan yang akan ditempuh, dan apa saja yang akan dihadapi dalam perjalanan. Mengetahui hal-hal tersebut akan membantu menyusun rencana kegiatan menulis sehingga hasil yang didapatkan sesuai dengan target dan tidak melampaui deadline.

Tahu awal dan akhir cerita saja tidak cukup. Luangkan waktu untuk mencari tahu apa yang terjadi di antara awal dan akhir tersebut. Susun dalam urutan—pikirkan mengapa kejadian satu mempengaruhi kejadian lain; mengapa karakter A mengambil tindakan X, di mana puncak ceritamu (ketika protagonis akhirnya berhadapan dengan antagonis demi tujuannya). Buatlah rantai dari semua itu. Jika kamu berhasil mengurutkan apa saja kejadian dari awal hingga akhir—selamat, kamu berhasil merancang sebuah outline untuk ceritamu.

Menyusun outline memang bukan kewajiban. Kamu bisa langsung saja menulis dan menyelesaikannya. Lalu menyusun outline-nya setelah selesai menulis. Akan tetapi, outline akan tetap kamu perlukan sebagai bekal utama ketika melaksanakan revisi dan editing.

Seperti halnya peta, kompas, dan kini GPS sebagai pemandu perjalanan, outline pun punya ragam bentuk. Kamu bisa membuat daftar sederhana apa saja yang terjadi dalam ceritamu dari awal hingga akhir, merangkumnya dalam bentuk sinopsis, juga menyusunnya sebagai tabel, mind map, kartu indeks, dan lain-lain. Pilihlah yang paling cocok bagimu.

Memiliki outline tidak akan membatasi imajinasi yang keluar dari otakmu, outline akan menjadi teman dan pengingat ke mana tujuan tulisanmu. Selamat menulis!