Bab pertama dalam naskahmu adalah bagian yang sangat penting. Di sanalah kamu mencoba menarik perhatian pembaca. Jika bab pertamamu kurang menarik, biasanya pembaca akan memilih tidak meneruskannya. Menulis bab pertama yang baik memang tidak mudah. Penulis yang profesional pun bisa berkali-kali menulis bab pertama novelnya.

Di bab pertama kamu harus memperkenalkan karakter, setting, serta ada petunjuk yg berkaitan ke konflik utama. Meski kandungan bab pertama tidak berbeda dengan bab lainnya, tapi nilai pentingnya mengharuskan kamu melakukan usaha yang terbaik. Salah satunya dengan menghindari kesalahan-kesalahan yang umum ditemukan di bab pertama. Kesalahan-kesalahan tersebut adalah:

1) Ceritamu dimulai terlalu lambat.

Mulailah bab pertamamu dengan adegan yang menarik dan natural. Hindari deskripsi bertele-tele dan kilas balik karakter yang tidak berkaitan dengan plot. Perkenalkan karaktermu. Beri informasi mendasar mengenai setting. Pilih momen untuk bab awal yang berhubungan dengan konflik utama.

2) Pembuka ceritamu klise atau terlalu sering digunakan.

Contohnya: bangun pagi, hari pertama sekolah, hari terakhir sekolah, menatap ke cermin, dan lain-lain. Menggunakan pembuka yang sudah sering dipakai tidak dilarang, tetapi jika kamu bisa memberikan sesuatu yang beda dan unik–pembaca tentu akan lebih tertarik. Awal yang klise ini bisa bervariasi dari genre ke genre. Belajarlah dari novel-novel yang sudah terbit, amati bagaimana cara mereka mengawali sebuah cerita.

3) Bab pertamamu terlalu membingungkan.

Beberapa hal yang menimbulkan kebingungan itu antara lain:

Terlalu banyak karakter. Perkenalkan maksimal dua atau tiga karakter di bab pertama. Jika lebih, sebutkan saja dan jelaskan nanti.
Gagal membuat pembaca menyadari setting cerita. Meski bab pembuka tersebut hanya berlatar di satu lokasi, beri petunjuk cukup agar pembaca tahu kapan dan di mana terjadi adegan tersebut.
Menganggap pembaca tahu lebih banyak dari yang sebenarnya mereka tahu. Kesalahan ini lumrah terjadi, karena penulis merasa tahu banyak tentang karakter dan lainnya seringkali ketika menulis penulis lupa jika pembaca belum mengetahui hal-hal tersebut.

Untuk mengetahui bagaimana bab pertama yang bagus, banyak-banyaklah membaca. Pelajari bab pertama dari novel-novel yang sudah diterbitkan. Cari tahu pembuka seperti apa yang menarik bagimu dan pelajari: Bagaimana memperkenalkan karakter? Menggambarkan setting? Menciptakan momen yang terkoneksi dengan konflik utama tanpa memberi bocoran cerita terlalu banyak? 

Editlah bab pertamamu setelah selesai menulis seluruh draf. Karena setelah menyelesaikan seluruh tulisan, pandanganmu mengenai naskah tersebut, termasuk karakter, setting, konflik akan lebih mendalam. Sehingga ketika menulis atau mengedit bab pertama kamu akan punya gambaran seperti apa ‘momen yang paling tepat‘ untuk membuka ceritamu.

(sumber)