frustrated_writer_by_photonerd88-d3gobx6

Di tengah-tengah proses menyelesaikan tulisan, tidak jarang kita kehilangan semangat. Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebabnya, misalnya karena tidak tahu lagi apa yang harus ditulis. Hal ini bisa berbahaya karena jika dibiarkan berlarut-larut bisa membuat hadirnya kemalasan. Bukan hanya malas meneruskan draf yang terbengkalai tadi, tapi juga bisa menurunkan keinginan kita untuk menulis lagi karena merasa kecewa tidak bisa menyelesaikan tulisan.

Kehilangan motivasi bisa diantisipasi sebelum mulai menulis sehingga nantinya hal itu bisa dilawan dengan mudah. Beberapa cara untuk mempertahankan motivasi menulis, yaitu:

1. Persiapkan bahan-bahan tulisanmu selengkap mungkin.
2. Temukan sesuatu atau seseorang yang menginspirasimu.
3. Carilah teman menulis. Bukan berarti kamu harus menulis bersama. Tapi untuk saling mengingatkan dan menyemangati.
4. Bacalah inteviu dan masukan-masukan tentang menulis dari penulis yang menginspirasimu.
5. Rajinlah untuk mengingatkan dirimu tentang tujuanmu menulis.

Jika cara-cara di atas belum bisa mendongkrak dan mempertahankan motivasimu. Masih ada yang bisa kamu coba:

Pertama: Tulislah adegan-adegan yang kamu sukai terlebih dahulu. Kamu tidak perlu menulis berurutan. Jika merasa bosan dengan adegan satu, majulah ke adegan lain yang membuatmu bersemangat.
Kedua: Bercakap-cakap dengan karaktermu. Bicaralah dengan mereka mengenai masalahmu. Apa yang akan mereka perbuat? Apa yang memotivasi mereka meraih tujuan?
Ketiga: Beri dirimu hadiah setiap kali mencapai target tertentu.
Keempat: Tulislah ending ceritamu terlebih dahulu. Seringkali menulis ending bisa membantu memotivasimu untuk memulai lagi.
Kelima: Buatlah diari atau jurnal dari sudut pandang karaktermu.

Menulis merupakan proses yang panjang dan melelahkan. Kehilangan motivasi tidak hanya menghinggapi penulis pemula, tapi juga para profesional. Akan tetapi, mereka yang berhasil mengatasi dan melewatinya akan selangkah lebih dekat pada kesuksesan dan selesainya draf. Temukan motivasimu dan rangkullah sebagai penyemangat menulis!

(sumber)