Deskripsi adalah hal penting dalam menulis cerita. Terlalu banyak detail, akan membuat ceritamu berjalan lambat. Setting yang baik digambarkan dengan cukup. Umumnya setting ditunjukkan lewat deskripsi. Nah, sebanyak apa sih deskripsi yang kamu butuhkan untuk setting dalam cerita? Apa saja yang perlu diperhatikan?

Ada lima kiat mendeskripsikan setting dari Janice Hardy. Yuk, simak satu persatu.

  1. Deskripsikan hal yang unik dari situasi atau latarmu.

Apa yang membuat latar dalam ceritamu ini berbeda dengan yang sudah pernah dituturkan orang lain? Misalnya, kamu menulis tentang space ship. Apa sih yang khas dan unik dari pesawat luar angkasa dalam ceritamu dibanding yang ada di Star Trek atau Interstellar?

Inilah mengapa kamu membutuhkan riset. Untuk membandingkan bagaimana sudut pandang penulis lain menceritakan sesuatu, misalnya space ship tadi atau kota tertentu. Kembangkan imajinasimu dan temukan keunikan dari hal-hal yang kamu ceritakan.

  1. Deskripsikan hal yang mungkin dapat salah diasumsikan pembaca.

Misalnya, kamu menulis ‘hutan’. Pembaca akan membayangkan pohon-pohon hijau, burung-burung yang hinggap di dahan, sungai yang jernih, dan banyak hal lainnya. Padahal, maksud ‘hutan’ dalam bayanganmu adalah hutan dari pohon-pohon kristal, ada kupu-kupu raksasa, dan punya binatang-binatang yang aneh.  Sangat berbeda dengan bayangan umum pembaca, kan? Meski sama-sama hutan, perbedaannya sangat jelas. Jadi, deskripsikan detail-detailnya dengan benar dan akurat.

  1. Deskripsikan apa yang relevan dengan adegan yang sedang kamu tulis.

Kalau kamu sedang menulis adegan karaktermu yang dikejar-kejar oleh preman, tentu kamu tidak perlu menceritakan tentang penjuru kota tempat adegan itu berlangsung. Fokus pada apa yang ada di sekitar karaktermu dan yang berkaitan saja.

  1. Deskripsikan apa yang relevan dengan karaktermu.

Meski karaktermu emosional, tetapi apa yang karaktermu tangkap dari sekitarnya adalah hal-hal yang berarti bagi mereka. Apabila kamu menulis karakter yang gemar arsitektur, tentunya karaktermu akan menceritakan gedung yang dilihatnya dengan lebih detail. Jika karaktermu tidak tahu bedanya pohon jati dan beringin, tentunya karaktermu tidak akan menuturkan lanskap di sekitar mereka terlalu detail.

  1. Show, don’t tell.

Kamu bisa saja menulis ‘hujan’ dan pembaca akan mengerti. Akan tetapi, itu tidak akan membuat pembacamu ikut merasakan. Cobalah untuk menujukkan seperti apa kondisi dan situasi saat itu. Terangkan hujan dengan detail-detail yang relevan tanpa menyebut ‘hujan’.

 

(Sumber)