machine-writing-1035292_1920Dear Writers,
10 hari ke depan, setelah sukses menaklukkan tantangan‪#‎10HariNulisBuku‬, saya akan share pengalaman saya dalam menulis. Dan ini dia topik pertama yang saya angkat: “Menulis tanpa Mikir.”

Pengalaman saya, kalau menulis itu jangan dulu nunggu ide baru ngetik, tapi ngetik dulu, maka ide bakal datang serta-merta pada kita.

Nah, sekarang apa sih yang harus ditulis?

Tentu apapun yang ditangkap oleh panca indra kita. Apa yang ditangkap oleh panca indra kita adalah gudang pemicu ide-ide kita. Mungkin awalnya kita tidak langsung mendapat ide yang utuh, tapi setidaknya, apa yang dilihat, apa yang didengar, apa yang dirasa, apa yang disentuh, apa yang dicium, adalah pemicu dari ide-ide berikutnya.

Berikut ini adalah trik saya menulis tanpa mikir:

1. Menulis apa yang dilihat. Sepanjang mata kita masih bisa melihat, tidak ada alasan untuk buntu menulis. Tulislah apa yang ada di sekitar kita Tulislah apapun yang pertama kita lihat, yang kedua kita lihat, yang ketiga kita lihat dan seterusnya. Semakin banyak yang kita lihat, semakin banyak pemicu yang bisa merangsang ide kita. Itu sebabnya, saat kita naik kereta, bis, atau apapun yang bersentuhan dengan orang-orang banyak, jauh akan memicu banyak ide dibanding kita nyetir sendiri sambil mata fokus hanya pada jalan.

2. Menulis apa yang didengar. Apa yang kita dengar adalah sumber ide. Kita bisa dengan mudah memulai sebuah tulisan dengan menuliskan apa yang kita dengar saat ini. Suara AC, suara orang berisik, suara musik, suara hujan, suara angin, bahkan ketika kita merasa tak ada suara-suara sekalipun.

3. Menulis apa yang dirasa. Salah satu gudang pemicu ide lainnya adalah apa yang kita rasa. Rasa pahit, rasa manis, bahkan rasa yang tak bisa dijelaskan, bisa kita tuliskan dengan jujur, bahwa kita tak bisa menjelaskannya.

4. Menuliskan sentuhan. Memicu ide, juga bisa kita lakukan dengan menuliskan apa yang kita sentuh, atau apa yang menyentuh kulit kita. Misal, kamu bisa mendeskripsikan begitu lembutnya satuan pori-pori kulit pacarmu; dinginnya dinihari ketika kamu merasa mentok dengan ide tulisanmu; dan apapun.

5. Menuliskan apa yang kita cium. Selagi hidung kita masih bisa bekerja, maka jangan pernah kita bilang mentok mau nulis apa. Tuliskan saja aroma apa yang memenuhi lubang hidung kita.

Nah, gampang kan memulai tulisan itu? Coba deh praktekkan sekarang juga. Kamu akan merasa takjub, karena ternyata, Tuhan menebarkan ada banyak pemicu ide pada diri kita, di sekeliling kita. Tinggal bagaimana kamu, apakah mau atau malas untuk menangkapnya. Selamat mencoba!

#BlackXperienceWriting oleh ‪#‎OmBudimanHakim