Ada protagonis, ada antagonis. Kamu tentu familier dong dengan karakter antagonis. Siapa sih karakter antagonis favoritmu? Tentunya kamu kenal dengan nama-nama legendaris seperti Gollum, Voldemort, Hannibal Lecter, Norman Bates. Mereka semua adalah antagonis-antagonis yang terkenal dan seringkali dijadikan inspirasi serta rujukan.

Karakter antagonis biasanya dikenali dari tujuan atau tindakannya yang berseberangan dengan karakter utama. Bisa saja sih protagonis dan antagonis punya tujuan sama, tapi keduanya punya cara berbeda mewujudkannya. Cara lain untuk mengenali antagonis, seringkali karakter ini berada di sisi gelap, misalnya sebagai penjahat.

Tidak selalu antagonis adalah karakter penjahat (villain) atau berupa manusia. Pada novel The Martian karya Andy Weir, mengenai astronaut yang terjebak di Mars, yang menjadi karakter antagonis adalah Planet Mars. Namun yang akan dibahas di sini adalah manusia sebagai karakter antagonis.

Banyak yang menyampingkan karakter antagonis dalam cerita. Mereka dibuat seolah-olah ada hanya untuk berbuat keonaran tanpa alasan yang jelas. Padahal, karakter antagonis yang kuat menciptakan protagonis yang juga kuat, dan membangun kekuatan ceritamu.

Ada beberapa hal penting yang perlu kamu perhatikan ketika menciptakan karakter antagonis yang tidak hanya kuat, tapi juga menarik.

1. Antagonis adalah juga manusia. Perlakukan antagonismu sebagai karakter. Beri dia latar belakang, kenangan, keluarga, dan lain-lain. Perlakukan seperti kamu memperlakukan protagonismu. Meski keterangan-keterangan itu nantinya tidak terpakai, tapi kamu harus mengetahui antagonismu sebanyak kamu kenal protagonismu.

2. Beri antagonismu tujuan yang jelas. Apa yang sebenarnya ingin dia raih atau dapatkan? Mereka punya rencana, rencana yang jahat. Kenapa dia harus punya rencana itu? Untuk apa? Mengapa antagonismu ingin mencelakakan protagonis? Meski kelihatannya iseng, tapi pasti ada tujuannya.

3. Ketahui dan kenali apa motivasi antagonismu. Mereka harus punya motivasi yang meyakinkan.

4. Buat antagonismu menantang untuk protagonismu. Setidaknya, buat mereka sama cerdas, kuat, dan punya kapabilitas setara.

5. Tunjukkan tindakan antagonismu. Hindari hanya bicara saja tanpa melakukan hal-hal yang memperlihatkan kalau dia memang antagonis. Tindakan si antagonis ini tentunya akan berpengaruh pada tindakan dan situasi protagonis juga.

6. Jalan antagonismu harus bersilangan dengan protagonis. Keberadaan antagonis itu akan menyebabkan masalah pada si protagonis dan dia harus berjuang, bekerja keras mengatasinya. Mungkin mereka tidak akan langsung bertemu di awal, tapi pada satu momen antagonis dan protagonismu ini akan berhadapan.

Itu tadi enam tips menciptakan antagonis yang kuat dan menarik. Kamu bisa memelajari lebih banyak tentang antagonis dari karakter-karakter legendaris antagonis yg sudah ada sebelumnya. Lihat juga sekitarmu, identifikasi siapa antagonis dalam hidupmu. Seperti apa karakter mereka? Selain itu, jika kamu ingin lebih memahami antagonismu, coba untuk membuat outline atau adegan dari sudut pandang antagonis.

(Sumber)