Seandainya kamu punya satu kesempatan untuk mengucapkan semua hal yang terpendam di dalam hatimu kepada seseorang yang paling spesial dalam hidupmu, yaitu Ayah, Bapak, Papa, Abah atau Babeh, apa pun itu sebutanmu kepada beliau. Maukah kamu melakukannya dengan sepenuh hati? Karena mungkin kesempatan ini datangnya hanya sekali saja dalam hidupmu. Maukah kamu menuliskannya dalam sepucuk surat cinta  untuk beliau?

Jika iya adalah jawabanmu, maka mari kita memulai sebuah proyek bersama, kami menandai proyek ini di media sosial dengan tagar #ProyekMenulis, kali ini dalam episode #SepucukCintaUntukAyah 

Kamu siap?

Bagaimana cara memulainya? Langkah pertama adalah:

Mulai menulis? Tunggu dulu. Jangan mulai menulis dulu.

Buka pemutar lagumu di laptop atau di komputer atau di HP, di mana sajalah yang membuatmu nyaman. Putar lagu yang mengingatkanmu pada beliau.

Kenanglah segala hal yang telah kalian lalui bersama.

Lakukan sepuasnya. Mungkin bisa satu hingga tiga jam.

Lalu?

Kemudian carilah tempat yang nyaman untuk menulis. Sendirian.

Agar tidak ada yang mengganggu dan membuyarkan mood yang telah kamu bentuk beberapa jam tadi.

Bukalah laptopmu atau HP, atau apa pun mediamu untuk menulis.

Mulailah menulis surat untuk Ayahmu.

Imajinasikan beliau sedang ada di depanmu. Dan bayangkan hari itu adalah saat terakhir untuk mengatakan segala hal yang ingin kamu katakan kepada beliau. Tidak ada rasa takut. Tidak ada rasa malu, tidak ada ego, tidak ada hal apa pun yang menghalangimu untuk mengatakan segala hal yang ingin Ayahmu harus dengar. Hanya ada kamu. Dan Ayahmu. Berdua.

Teruslah menulis.

Jangan pikirkan batasan-batasan dalam menulis. Jangan mengedit apa pun pada saat menulis. Jangan berhenti. Ungkapkan segalanya. Buatlah momen itu menjadi momen terpenting bagi kalian berdua. Dan, mungkin saja kesempatan itu tidak akan terjadi lagi. Hanya sekali dalam seumur hidupmu. Tidak akan ada lagi. Jangan sia-siakan kesempatan itu. Teruslah menulis.

Langkah berikutnya?

Sekali lagi, jangan sekali-sekali melakukan tahap ini sebelum suratmu itu benar-benar selesai. Kami mohon. Ini untuk kebaikanmu. Kami tidak ingin kamu menyia-nyiakan kesempatan ini. Sehingga membuat mood-mu buyar.

Baiklah, jika sudah selesai. Lakukan langkah ini:

  • Download template nulisbuku di sini: https://goo.gl/8aoua
  • Copy-paste suratmu ke dalam template tersebut. Sudah? Jangan hiraukan seberapa panjang suratmu. #ProyekMenulis #SepucukCintaUntukAyah kali ini tidak ada batasan panjang surat. Jadi kamu tidak perlu kuatir akan hal ini.
  • Baca ulang sekali lagi suratmu. Pastikan kali ini moodmu sudah tidak terlalu emosional. Karena tahap ini membutuhkan kejernihan berpikir dan ketelitian. Mulailah mengedit suratmu. Pastikan sudah tidak ada typo (salah ketik), pastikan tata bahasamu sopan, karena ingat, ini adalah surat untuk orangtuamu, untuk ayahmu. Salah satu orang yang ikut andil akan keberadaanmu di dunia ini. Hormatilah beliau dengan menggunakan tutur kata yang sesuai.
  • Jika sudah selesai, baca sekali lagi setidaknya untuk terakhir kalinya sebelum kamu kirimkan ke ‘beliau’ melalui kami.
  • Baiklah, sekarang bangkit dari tempat dudukmu. Pergilah ke kamar mandi, cucilah mukamu dulu agar mukamu berseri sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya.

Tahap ketiga?

  • Bukalah emailmu, dan kirimkan file berisi surat cintamu itu ke alamat kami ini: send@nulisbuku.com
  • Lakukan segera karena paling lambat kami menerima suratmu itu pada hari Senin, 17 September 2018 pada jam 23:59 menit teng! Jangan lebih dari jam tersebut ya. Kalo lebih? Dengan terpaksa kami tidak akan mengikut sertakan suratmu ke dalam #ProyekMenulis #SepucukCintaUntukAyah kali ini. Sayang sekali bukan? Mungkin kesempatan ini belum tentu ada lagi di tahun-tahun depan. Ok? Jangan terlambat mengirimkan, dan pastikan kami sudah menerima suratmu itu, periksa lagi folder ‘sent’-mu di email untuk memastikan file surat cintamu benar-benar terkirim ke email kami.

Tahap Berikutnya?

Di tahap ini kamu bolehlah santai sejenak setelah emosi terkuras habis saat menulis surat cintamu itu. Kamu boleh menunggu kegiatan yang diadakan oleh nulisbuku.com, ada kompetisi menulis berhadiah jutaan rupiah yang sedang kami adakan sekarang. Karena itu selalu pantau akun @nulisbuku di Twitter, Instagram atau pun di Facebook agar kamu tidak ketinggalan info menarik lainnya.

Surat-surat yang telah kami terima ini akan kami compile, kami periksa satu-persatu. Satu-persatu? Iya benar. Kami akan membaca semua surat cintamu itu. Kami periksa cara penulisanmu. Kami akan mengkurasi surat-surat tersebut. Semuanya.

Lalu?

Tunggu informasi dari kami.

Kami akan mengumumkan surat-surat cinta terpilih yang akan masuk dalam buku #SepucukCintaUntukAyah

Jika bukunya sudah terbit di nulisbuku.com, kamu bisa mendapatkan suratmu yang sudah berubah bentuk menjadi buku mungil yang indah. Kami pun berharap buku kumpulan surat cinta tersebut bisa kamu berikan sebagai hadiah terindah untuk Ayahmu. Kamu beli buku berisi suratmu yang banyak, bagi-bagikan kepada semua orang agar mereka tahu betapa kamu mempunyai ayah hebat di dunia ini. Berani?

 

Bagaimana? Seru bukan?

Waktu terus berjalan, kita tidak pernah tahu kapan ia akan berhenti kelak.

Namun yang pasti dengan menulis surat cinta ini setidaknya kita telah membekukan waktu meski hanya sebentar. Biarlah kenangan ini terangkum rapi, indah dan akan kita kenang selamanya.

Terima kasih sudah menemani perjalanan ini bersama-sama.

 

Note: Seluruh royalti yang terkumpul dalam penjualan buku #SepucukCintaUntukAyah ini akan diserahkan ke Yayasan Sosial.

Mengikuti #ProyekMenulis ini gratis, tidak dipungut biaya.

Semua orang boleh ikut tidak ada batasan umur. Karena semua orang punya seorang Ayah, bukan?